Tuesday, October 07, 2014

Eksotisme Alam Gunungkidul

Standard
Beberapa tahun terakhir ini, banyak bermunculan tempat – tempat wisata baru di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai dari wisata lava tour, kemudian banyaknya museum baru, tempat nongkrong baru bahkan ribuan tempat makan murah dan unik juga ikut menyemarakkan wisata di DIY belakangan ini. Tiap kabupaten seperti saling kejar mengejar dalam pengembangan pariwisata daerah masing – masing. Mulai dari banyaknya desa wisata yang didorong melalui suntikan dana pemerintah maupun dari bantuan perusahaan atau bank swasta. Tak ketinggalan pula dengan Kabupaten Gunungkidul.

Kabupaten Gunungkidul merupakan kabupaten yang terletak disisi timur kota Yogyakarta, kurang lebih satu jam berjalanan dengan motor atau mobil. Gunungkidul saat ini menjadi surganya pecinta alam bawah tanah dan gua. Dengan eksotisme tempat-tempat wisatanya, rasanya tidak lengkap hidup anda tanpa mengunjungi Kabupaten Gunungkidul dengan seribu destinasi wisatanya.

Mungkin sudah banyak blog yang membahas tentang ecotourism dari Gunungkidul. Mulai dari pantai – pantai eksotis dan alaminya, gua-gua vertikal dan horizontal yang menyuguhkan secuil syurga dunia, hingga sungai – sungai yang mengalir dari air terjun. Nah kali ini saya akan membahas tentang sebuah lokasi yang apabila anda melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Gunungkidul melewati jalur utama ( lewat Piyungan dan Bukit bintang) pasti akan melewatinya. Tempat itu bernama REST AREA Bunder. Tempat yang dibangun di sisi jembatan Kali oyo ini memang sengaja dibangun sebagai tempat pemberhentian bagi anda yang kelelahan setelah perjalanan jauh. Sekilas bila diperhatikan, anda hanya akan elihat bangunan berbentuk Joglo yang terlihat gersang. Namun bila anda sejenak berhenti dan berjalan kaki disekeliling rest area bunder, anda akan menemukan sungai yang sangat indah bila di musim kemarau (karena bila dimusim hujan, sungai berubah warna menjadi coklat dengan arus yang kuat).

Tidak hanya menjadi tempat yang sangat indah untuk berfoto, Kali Oyo menyuguhkan ketenangan dan kedamaian ditengah penatnya perjalanan anda. Berikut beberapa dokumentasi foto disekitar Kali Oyo, 5 menit perjalanan kaki dari Rest area Bunder dan... ini gratis !. Check This Out

ini Hamas, lelaki keren yang biasa jadi fotograferku 

tempat ini, cocok sekali dijadikan lokasi pre wedding :D

how do i look? udah mirip Maudy ayunda kah ? >.<


its a heaven 




Wednesday, October 01, 2014

7 PERTANYAAN SEPUTAR PERSIAPAN MENIKAH - Pernak Pernik Pernikahan

Standard





Pernikahan adalah salah satu momen paling berharga bagi manusia.  Disanalah dua hati yang saling mencinta atau yang akan saling mencintai dipersatukan dalam sebuah janji suci. Sebuah pernikahan dibangun dalam sebuah ikatan yang suci yang sakral. Ia tidak hanya sekedar menyatukan dua hati, tapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda kultur, budaya bahkan pendidikan. Allah bahkan menyebut pernikahan dengan sebutan Mitsaqan Gholidzo (Perjanjian yang kuat). Untuk itu, bukan hal yang berlebihan jika pernikahan menjadi momen yang sangat berharga dan membutuhkan kesiapan yang matang.
Sebuah pernikahan akan menentukan kehidupan masa depan si calon mempelai karena setelah menikah nanti, pagi, siang, sore, malamnya akan dilewati bersama. Untuk itu, ada beberapa pertanyaan
yang mungkin menjadi wajib di diskusikan calon pengantin sebelum mengucap janji setianya.  Dan disini, saya akan membahas beberapa pertanyaan yang menurut saya penting untuk didiskusikan sebelum hari pernikahan itu tiba. . lets see :D 

1. Kesiapan masing – masing pihak


Mempertanyakan kesiapan calon 
pengantin  lelaki dan wanita merupakan hal yang pertama kali harus ditanyakan. Apakah sang calon pengantin benar – benar sudah mengerti ilmu pernikahan, konsekwensi pernikahan, dan pernak pernik pernikahan lainnya. Kesiapan itu bukan hanya secara finansial saja, yang lebih penting dari finansial adalah kesiapan ilmu dan mental. Jangan sampai, ketika si lelaki melamar, dia bahkan belum membaca buku tentang pernikahan, bahkan belum hafal doa pengantin >.<

2. Istri akan tetap bekerja atau tidak.
Si zaman yang modern ini, banyak perempuan yang memilih bekerja selepas kuliah. Sebagian besar memilih menjadi karyawan atau guru yang memiliki jam kerja cukup panjang di kantornya. Mengkomunikasikan perihal masa depan calon istri adalah hal yang baik. Banyak dari lelaki menginginkan istrinya menjadi ibu rumah tangga yang bia mengantar dan menyambut suaminya saat akan berangkat bekerja dan saat pulang dari bekerja. Di sisi lain, banyak pula perempuan yang ingin mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Maka pertanyaan ini penting untuk didiskusikan

3. Pengelolaan keuangan.

Mendiskusikan bagaimana pembagian uang dan siapa yang menjadi pengatur lalu lintas keluar masuknya uang adalah hal yang pokok. Setiap pasangan memiliki gaya pengelolaan keuangan rumah tangganya masing – masing. Sebagian besar, komando keuangan ada ditangan istri, suami hanya menyetorkan gaji yang kemudian oleh istri akan diatur pengeluarannya. Namun kembali lagi, setiap pasangan memiliki gayanya masing-masing. Maka diskusikanlah perihal gaji dan pengelolaan keuangan sebelum pernikahan. :D

4. Dimana akan tinggal setelah menikah.

Tidak semua pasangan yang akan menikah telah memiliki rumah. Mendiskusikan dimana akan tinggal, ikut orang tua suami/ istri, atau mengontrak rumah, atau mencicil KPR tentu harus didiskusikan sebelum menikah. Agar ketika sudah menikah, tidak perlu lagi bingung dan ribut berdiskusi perihal tempat tinggal. Diskusikanlah keputusan seputar tempat tinggal dengan keluarga, bisa jadi akan ada solusi yang baik dalam hal ini.

5. Pembagian tugas rumah tangga
Setelah menikah, banyak hal yang biasanya dikerjakan sendiri akan menjadi berdua. Agar lebih mudah jika pembagian tugas didiskusikan sebelum menikah. Paradigma soal semua urusan rumah adalah urusan istri rasa-rasanya terlalu kejam untuk diterapkan saat ini. Lebih lagi jika sang istri nantinya akan tetap bekerja. Maka pembagian urusan rumah tangga, seperti siapa yang mencuci baju, yang ngurus taman, mengurus kamar mandi, mengurus hewan peliharaan bagi pengantin baru dan tidak memiliki pembantu wajib dibincangkan.
 
6. Kebiasaan buruk yang mengejutkan.
Setiap orang pasti memiliki kebiasaan yang tidak lazim, misalnya ketika cape si suami biasa mengorok keras, atau ketika menstruasi tiba, si istri memiliki kebiasaan sering menangis tanpa sebab dan ingin sendiri. Banyak hal yang bisa jadi mengejutkan pasangan kita nantinya. Untuk itu, bertanyalah kepada calon pasangan anda tentang kebiasaan buruk mereka supaya nantinya tidak terkejut :D

7. Sejauh mana keluarga besar boleh ikut campur.
Keluarga muda biasanya sering kali mengalami percekcokan lantaran masih adaptasi satu sama 

lain. Selisih faham sejatinya adalah media untuk saling memahami satu sama lain, hanya saja sering kali intervensi orang tua atau keluarga besar justru membuat selisih faham yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah akan menjadi berbelit-belit . di awal pernikahan, diskusikanlah perihal sejauh mana keluarga boleh memberi intervensi dan usahakan untuk saling berkomitmen terhadap kesepakatan ini.


Tujuh pertanyaan ini menurut saya adalah pertanyaan dasar yang penting untuk didiskusikan sebelum melakukan pernikahan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Dengan mendiskusikan banyak hal penting, saya rasa akan memudahkan pasangan muda untuk menjalani masa awal pernikahan mereka. Semoga tulisan ini memberi manfaat kepada calon pengantin maupun yang sudah menikah namun belum sempat mendiskusikan hal-hal ini. Bisa jadi, ada banyak pertanyaan yang juga penting dan belum saya tuliskan. Pada intinya, sebuah pernikahan adalah gerbang awal kehidupan seseorang menjadi peribadi dewasa. Karenanya persiapkan pernikahan anda dengan bekal ilmu yang cukup. Oia, ini orisinil tulisan saya yaa.... karena mungkin beberapa orang yang membaca ini akan bertanya-tanya apakah ini tulisan orisinil saya atau hanya saduran dari artikel lain. Ini tulisan orisinil saya berdasarkan pengalaman saya mempersiapkan pernikahan yang tinggal menghitung bulan.  Happy wedding everyone !


There is no more lovely, friendly and charming relationship, 

communion or company 

than a good marriage. 
~ Martin Luther ~