Thursday, April 16, 2015

POTATO MASH AND CHICKEN OYSTER SAUCE

Standard
Ceritanya, dari kapan hari pengen banget masak masakan itali yang ala ala Pastagio (Salah satu tempat makan kece di Jogja). Mumpung euphoria jadi istri masih meletup letup dan pengen banget menyenangkan dan mengenyangkan perut suami tercinta, akhirnya semalam  berjam-jamlah saya surfing di google demi mencari masakan mana yang paling pas untuk saya masak (saya : amateur) :p .

Setelah keluar masuk situs web, akhirnya jatuhlah saya pada pilihan “Potato Mashed” hahaha, kentang dikukus/dioven/direbus habis itu ditumbuk doank mah sipiil, pas banget habis belanja kentang sekilo belum diapa – apakan juga. Tinggal bingung lauknya untuk mendampingi potato mashed apa ya ?

Lirik kulkas, isinya ada ayam sama lemon doank (duh... -_-). Niat hati pengen masak Ayam saos mentega atau ayam maryland eh eh eh bumbunya ga punya semuaaa, disitu kadang saya merasa sedih haha. Karena sudah malam dan suami masih pergi ngisi pengajian ibu ibu (otomatis ga bisa belanja ke Indogrosir) akhirnya setelah mengingat-ingat ada saos tiram dan saos ABC di dapur diputuskan untuk masak ayam saos tiram. Italian mix asian? Why not!
Resep pertama :

POTATO MASHED




Bahan :
-          1 Kg Kentang

Bumbu :
-          Garam
-          Lada
-          2 Sdm Mentega
-     3 Sdm Susu cair plain

Cara Memasak :

-          Kupas kentang dengan bersih
-          Kukus/Oven/Rebus kentang (sesuai selera yang penting si kentang bisa empuk) ±20 Menit hingga matang.
-          Angkat kentang dan siapkan wadah yang besar untuk menghaluskan kentang.
-          Haluskan kentang dengan sendok, taburi garam, lada sesuai selera
-     Tambahkan susu cair  dan mentega selagi panas.
-          Aduk hingga halus dan rata. Sajikan


Opsi : Saat menghaluskan kentang panas, bisa juga ditambahkan kuning telur mentah dan keju. Panas dari kentang akan mematangkan telur.

Resep Kedua :

AYAM SAOS TIRAM


Bahan :

-          ¼ Kg Ayam
-          3 Sdm air lemon
-          Garam
-          Lada
-          3 Siung Bawang putih
-          Minyak untuk menggoreng ayam

Bahan Saos :

-          5 Sdm Saos tiram
-          3 Sdm Saos (boleh tomat boleh extra hot)
-          3 buah Cabai merah dan hijau
-          1 buah Bawang Bombai iris tipis
-          3 siung bawang putih cincang
-          3 Sdm Mentega untuk menumis
-          Gula
-          Garam
-          Lada
-          ± 125 ml Air

Cara memasak:

-          Ayam dicuci bersih dan dipotong dadu
-          Lumuri ayam dengan 3 siung bawang putih yang telah dihaluskan, air perasan lemon, garam dan lada secukupnya
-          Diamkan 10 menit hingga bumbu meresap
-          Panaskan minyak untuk menggoreng
-          Goreng ayam hingga setengah matang tiriskan.
-          Siapkan wajan masukkan mentega dan tumis cabai, bawang bombai dan bawang putih hingga wangi
-          Masukkan saos tiram dan saos pedas/tomat
-          Tambahkan gula, garam, dan lada secukupnya
-          Masukkan air, aduk
-          Masukkan ayam, kecilkan api dan tunggu hingga mendidih dan bumbu meresap.
-          Sajikan

Nah mudah bukan ? Selamat mencoba ya.. semoga berhasil :D

Behind the story :
Well, sejujurnya masak dua menu dipagi hari sebelum berangkat kerja itu sesuatu yang sangat rempong dan menyita banyak waktu. Sebagai istri pintar (cailaaaa) saya kudu pintar memanfaatkan waktu sebaik baiknya. . Start masak saya jam 5.15 pagi ini, diawali dengan mengeluarkan ayam dari freezer, mengupas kentang, mengukus kentang dsb.. Karena semalam belum sempat keluar beli mentega dan susu akhirnya pagi pagi sehabis subuh saya minta suami membelikan ke indomart, toko yang sudah buka sepagi itu dan terdekat dari rumah meski sebenarnya jaraknya jaoooh.. harus pakai motor dan muter ringroad. Cerobohnya, waktu suami mau berangkat ke indomaret saya cuma  bilang "beli susu putih yang plain ya mas ya" dan lupa titip mentega. Mentega, adalah salah satu bahan penting pembuatan potato mash, agar rasanya lebih creamy dan teksturnya bagus. alhasil, setelah kentang matang saya meminta suami pergi lagi untuk belanja mentega ke indomart yang jauh tadi. untungnya mas mau belikan .. selamat deh kentang kentang tadi. hehe
.. acara memasak selesai tepat pukul 06.30 dan saya belum mandi .. lelah memasak terbayar dengan sajian Potato mash dan ayam saos tiram untuk sarapan, eh eh eh... setelah dimakan, ternyata saya gak begitu doyan potato mash karena creamy banget. Jadi enek sendiri *selera masing - masing sih* .. ambooi... tapi tetep bahagiaa :D


Terimakasih suamiku untuk  perjuangan membeli susu dan mentega tadi pagi.. I love you so much.., muah muah ..

 *Gambar nyomot dari google karena pagi tadi ga sempat foto - foto, tapi mirip mirip lah yaa..

Friday, March 20, 2015

TIPS MENGAWALI PERNIKAHAN

Standard
Pernikahan adalah sebuah momen dimana seorang pria berkomitmen dengan seorang wanita untuk  hidup bersama, membina sebuah keluarga yang diharapkan bisa sakinah mawadah wa rahmah. Tidak mudah mengawali pernikahan, karena ada dua otak, dua pemikiran yang kemudian menjadi seiya sekata. Perbedaan pola pikir dan kebiasaan hidup sering kali membuat pasangan muda berselisih paham. Nah, berhubung saya juga pengantin baru, saya akan mencoba share tips tips mengawali pernikahan. Mungkin bisa menjadi bekal dan gambaran teman – teman ketika akan menikah nanti sekaligus menjadi pengingat untuk diri sendiri  :D

1.       CURHATLAH KEPADA PASANGAN, BUKAN YANG LAIN.
Kebanyakan anak perempuan sangat dekat dengan orangtua, terutama Ibu. Saat masih single, Ibu mungkin menjadi tempat curhat segala kondisi mulai dari hal sepele hingga hal penting yang menyangkut masa depan. Terkadang beberapa anak lelaki pun melakukan hal yang sama. Nah, ketika menikah.. kehidupan kita akan berubah, kita memiliki teman curhat baru, memiliki kehidupan pribadi yang terpisah dengan orang tua. Untuk itu, kebiasaan curhat ke Ibu harus diganti menjadi kebiasaan curhat kepada pasangan. Komunikasi yang baik dengan pasangan sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. Meski begitu, tentu kita juga harus tetap berkomunikasi dengan orangtua hanya porsinya dibedakan. Jika dulu segalanya bisa diceritakan ke Ibu, setelah menikah kita harus pintar pintar memilah cerita mana yang bisa diceritakan ke Ibu, dan cerita mana yang cukup di dengar oleh pasangan.

Sebelum menikah, Umi pernah berpesan “ Mbak, nanti kalau sudah menikah.. jangan curhat ke Umi lagi. Curhatlah ke suamimu.. semua keluh kesah disampaikan ke suami, bukan umi lagi. Sebaliknya, sampaikanlah hal hal bahagia ke Umi Abi. Agar Umi Abi tahu bahwa kamu bahagia dan Umi Abi turut bahagia karena melepasmu bersama dengan orang yang tepat”

Kata – kata umi selalu terngiang, hingga setiap kali bercerita ke Umi Abi, saya berusaha untuk menceritakan hal hal baik tentang suami dan hal hal bahagia dalam rumah tangga saya, agar mereka ikut bahagia.

2.       MENIKAH : SIAP MANDIRI
Sebelum menikah, tentu kita harus faham bahwa nantinya, kita bukan lagi menjadi tanggungan orangtua. Menikah artinya siap hidup mandiri atau minimal berusaha mandiri. Banyak pasangan yang saat mengawali pernikahannya dengan gaji pas pasan bahkan ada yang dengan serba kekurangan. Hal tersebut tidak menjadi persoalan selama kita memiliki tekat untuk mandiri. Dengan adanya tekat untuk mandiri, kita berpacu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan hasil jerih payah sendiri. Jangan sampai setelah menikah, mental kita masih mental bergantung pada orangtua, menjaminkan keluarga pada orangtua. Duh bahaya itu mah,..

Meski begitu, bukan berarti juga orangtua memberikan bantuan harus kita tolak. Terimalah apa yang orangtua berikan, tapi jangan meminta. Mandiri disini adalah berusaha tidak memberatkan orangtua. Kalau bisa justru membantu mengurangi beban orangtua. Terutama jika hidup masih seatap dengan orangtua. Mindsetnya bukan lagi “Nanti minta ibu aja”. Tapi bagaimana caranya kita sedikit demi sedikit menyediakan kebutuhan orangtua. Mulailah dari hal hal kecil seperti membelikan kebutuhan sehari hari, bisa sabun cuci piring, bahan masak, alat masak dsb.

3.       KEBAHAGIAAN ITU DICIPTAKAN OLEH DIRI SENDIRI
Kehidupan itu dihiasi dengan kebahagiaan dan kesedihan, begitu pula dengan pernikahan. Ada kalanya kita sebagai istri merasa sedih atau kecewa dengan  suami, atau bisa jadi sebaliknya. Tapi, fahamilah bahwa rasa sedih atau bahagia itu sesungguhnya diri sendirilah yang menciptakan. Saya pernah merasa sedih ketika suami sering tiba tiba diam, bahkan di awal pernikahan, ketika suami diam saya juga diam diam diam kadang ditambah dengan menangis diam diam. Tapi sesungguhnya bukan diamnya suami yang membuat saya sedih, tapi perasaan bersalah dan menebak nebak kenapa suami diamlah yang kemudian menjadi pemicu rasa sedih itu muncul. Dan setelah tau alasan suami diam bukan karena kesalahan saya, rasa bahagia tiba tiba muncul. Adakalanya disaat keadaan menghimpit, diakhir bulan uang sudah paspasan tapi rasa hati tetap bahagia, itu juga karena saya merasa saya baik baik saja.  Jadi, belajar dari itu, Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Maka berusahalah kita terlihat bahagia didepan pasangan, selelah, secapek apapun kita.. ciptakan kebahagiaan, dan hilangkan perasaan sedih. Jaga komunikasi agar selalu bahagia.

4.       SAMPAIKAN HAL HAL YANG MENGGANJAL
Banyak hal yang kita tidak ketahui dari pasangan kita diawal pernikahan termasuk kebiasaan kebiasaan pasangan, namun seiring berjalannya waktu kita akan mengetahui dan bisa jadi kita tidak sreg dengan kebiasaan pasangan tersebut. Misalkan, pasangan kita sering berbohong meski hanya bercanda dan kita tidak suka. Maka sampaikanlah langsung dengan baik, atau jika tidak berani dengan bicara langsung, kita bisa menyampaikan dengan berbagai cara lain, misalkan dengan mengirim sms, atau dengan cara lain. Yang penting jangan sampai saat menegur, menyakiti hati pasangan.

Nah, empat dulu tips mengawali rumah tangga dari saya ya... selamat mengarungi samudra kehidupan. Semoga selalu bahagia dan bahagia dan bahagia .

*bukankah menulis itu sama dengan mengingatkan diri sendiri? Maka teruslah menulis :D

Thursday, February 05, 2015

Semangkuk Sarapan Cinta

Standard

Ini adalah hari ke 18 saya menjadi istri dari lelaki gagah bernama Dimastra Rijaluddin Rabbani. Kami menikah pada pertengahan Januari tepatnya tanggal 18 Januari 2015, dan sementara ini masih “nebeng” dirumah Ibu Bapak si Mas. Seperti kebanyakan istri, saya pun pada awalnya takut dan deg – degan bertemu Ibu mertua saya. Banyaknya cerita buruk tentang Ibu mertua versus menantu perempuannya, membuat saya waswas akan seperti apa kehidupan saya nanti setelah menikahdan mengawali pernikahan dengan hidup bersama Ibu mertua.

Hari ketiga setelah pernikahan, saya langsung diboyong suami dari rumah Umi Abi (orangtua saya) di Wonosari Gunungkidul ke rumah Ibu Bapak (orangtua Suami) di Sleman. Diluar dugaan, Ibu mertua yang tadinya saya takuti ternyata sangat baik dan lembut. Bahkan pagi hari pertama saya dirumah Ibu, meskipun malu malu saya sudah bisa ngobrol panjang lebar. Beliau sangat gemar memasak, dan tentu saja bisa memasak apapun ( sayur, lauk, kue kering, kue basah, berbagai macam minuman dsb) dua jempol untuk ibu deh..
 Seminggu pertama saya menjadi istri baru sekali saya memasak sendiri, itupun saat di rumah Umi, selebihnya terutama saat sudah di rumah ibu, saya hanya membantu mengulek atau mengupas bawang brambang sembari mengamati ibu memasak tentunya. Hingga usia pernikahan kami memasuki hari ke 12 dan si Mas tetiba mengabarkan via Whatsapp jika saya sudah punya dapur sendiri, dia memasang kompor gas, membeli regulator dan tabungnya. Perkakas memasak saya yang semula teronggok dikamar pun sudah dia bawa ke dapur. “Sudah bisa masak Nda” kata si Mas. Membaca Whatsapp dari si Mas, rasanya senang bukan main dan mulai sibuk berfikir mau masak apa, belanja dimana, dsb. Semacam ada ruh simbok simbok yang merasuki jiwa (lebay yak :v)

Nah, semenjak itu pula.. saya kemudian rajin ke dapur, terutama pagi hari saat memasak sarapan. Di pagi hari itulah saya memiliki waktu yang panjang untuk sharing dengan Ibu. Banyak hal yang kami obrolkan sembari meracik bumbu masakan masing masing. Pernah suatu pagi kami membahas soal KB, pernah pula soal tingkah polah anak anak jaman sekarang, pernah juga ibu bercerita sembari bernostalgia awal awal pernikahan Ibu Bapak dahulu, dan banyak hal lainnya. Dan tanpa disadari, waktu ngobrol inilah yang menjadi salah satu “Me Time” yang saya senangi, karena bersamaan dengan matangnya sayuran mentah menjadi masakan, begitu pula saya “mematangkan” diri sendiri.

Dan begitulah, obrolan ringan saya dan Ibu mertua setiap pagi menjadi awal yang baik untuk menyambut hari baru. Akhirnya, setelah ngobrol panjang lebar tersajilah semangkuk sarapan cinta untuk suami terkeren sedunia. Senangnya memiliki keluarga baru yang sangat baik. Terimasih Allah, Terimakasih Bapak Ibu :D .
Oia  satu lagi, si Mas adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Memiliki dua saudara perempuan dan tiga saudara laki – laki. Kebetulan yang menikah baru Mbak fifi ( Sulung Ibu ) dan si Mas, jadi masih ada 3 “lowongan” menantu putri Ibu dan satu menantu putra. Tertarik?

 *duuh baru sadar kalau belum punya satu pun foto hasil masakan dan foto bareng ibu. ini tidak berarti no pict hoax ya >.<*

Saturday, January 10, 2015

Throwback Lamaran - Pernak Pernik Pernikahan

Standard
Selamat pagi menjelang siang semua J , kurang tujuh hari lagi insyaallah saya akan menikah. Wah hari berlalu dengan sangat cepat ya. Rasanya baru kemarin mulai menulis serial pernak pernik pernikahan dan ditulis H- 64 hari, eh sekarang sudah H-7 awawawww....

Kali ini, izinkan saya "pamer" foto spesial momen lamaran saya. Hari itu, 26 Oktober 2014 serombongan keluarga datang ke rumah sederhana kami, hati yang berdegub kencang dan tatapan mata penuh harap, serta rasa penasaran akan sosok sosok keluarga dari calon pengantin pria mewarnai prosesi lamaran saya. lets see..

sambil menunggu keluarga mas Rijal datang,  saya memakai jilbab pink pemberian mamas :)
antusiasme keluarga besar termasuk Eyang, Ami, Amah, dan Pak RT Pak Dukuh
Ketika Bapak tiba dan berjabat tangan dengan Abi

look ! Pria berbaju putih itu adalah calon suamiku :3
momen dimana Bapak, mewakili Mas Rijal secara baik baik meminta saya menjadi istrinya
Setelah beberapa saat suasana tegang mendera, akhirnya  tawa renyah muncul
Usai acara lamaran, tidak lengkap tanpa adanya makan - makan :)

Dua gadis manis

foto pamungkas : diambil ketika menjelang magrib beberapa saat setelah keluarga mas Rijal pamit pulang

Friday, January 02, 2015

Doaku - Pernak Pernik Pernikahan H-15

Standard
Sebentar lagi, tak lebih dari hitungan hari aku akan menjadi bajumu duhai sang nahkoda,

Maka doaku, semoga Aku menjadi sebuah baju yang layak untuk kau kenakan, yang menutupi auratmu, yang mampu menghangatkanmu, pun melindungimu dari sengatan matahari.. 
Bukan sebuah baju yang tipis dan terawang, yang menampakkan aurat – auratmu ke ramainya kehidupan, Bukan pula baju yang membuatmu tersiksa saat mengenakannya..  Jadikan aku baju ternyaman yang kau miliki...

Sebentar lagi, bahkan kurang dari hitungan bulan aku akan menjadi lahan luas yang kau miliki,
Maka doaku, Semoga Aku menjadi lahan yang hijau dan menyegarkan.. yang dengan senang dan bahagia kau tanam benih benih kebaikan.. yang padanya turun gerimis gerimis kerinduan sepanjang usia..
Bukan sehampar lahan gersang yang kerontang, yang membuatmu harus mengairinya dengan peluh peluh kesengsaraan, bukan pula lahan sengketa yang terlempar lempar hak kepemilikannya.. Jadikan aku lahan yang kau miliki seutuhnya.. sebuah lahan terhijau yang pernah engkau lihat, sebuah lahan yang indah yang akan selalu kau tanami kebaikan..

Sebentar lagi, tak kurang dari dua putaran minggu.. aku akan menjadi taman bermainmu..
Maka doaku, Semoga aku memberimu gelak tawa sepanjang hidupmu.. selayaknya anak kecil yang berbinar melihat sebuah taman bermain.. yang memberikanmu kesenangan dan kebahagiaan, yang padakulah kau akan bermanja – manja, berceloteh panjang diantara hiruk pikuk kehidupan..
Bukan sebuah taman yang terik,  yang melihatnya pun engkau enggan.. Jadikan aku taman bermain yang membawa keceriaan dan kebahagiaan untukmu dan anak anak kelak..

Sebentar lagi, ah bahkan aku sudah melihat hari pernikahan kita tepat dipelupuk mata.. aku akan menjadi teman sejatimu.. Maka doaku, semoga Aku dapat terus menemanimu hingga diujung perjalanan kita.. sebuah syurga yang mulia.. menjadi teman terbaikmu yang dengan nyaman kau bercerita keluh kesahmu.. yang akan menemani langkahmu bahkan hingga diujung tepian dunia..
Bukan menjadi seorang teman yang membuatmu terluka, yang menghambat langkah – langkah besarmu menggapai mimpi masa depan.. jadikan aku seseorang yang menjadi temanmu hingga kapanpun.. hingga terbangun sebuah istana indah milik kita..  


Hari ini, H- 15 sebelum pernikahan kita, Ya Allah jadikanlah pernikahan ini menjadi pernikahan yang Engkau anugrahi cinta kasih sepanjang hayat.. Bimbing kami untuk saling mencintai hanya karenaMu..  Duhai Allah, Terimakasihku...


Ruang Kantor, 2 Januari 2015



Tuesday, December 23, 2014

Suntik TT- Pernak Pernik Pernikahan (H- 26)

Standard

   
Apakah suntik TT itu ? Suntik TT (Tetanus Toksoid) disebut juga vaksin TT, adalah tindakan memasukkan racun tetanus yang telah dinonaktifkan. Cara ini akan membuat tubuh lebih kebal terhadap tetanus karena sudah ‘belajar’ membuat antibody terhadapnya. Saat antibodi telah terbentuk, jika suatu saat terluka dan kemasukan bakteri tetanus, tubuh lebih cepat membentuk antibody karena sudah diperkenalkan sebelumnya.

Hari ini, 22 Desember 2014 tepat di hari ibu saya memutuskan untuk suntik TT setelah sekian hari menimbang nimbang kapan waktu yang tepat untuk suntik TT. Bahkan jujur saja, saya sempat berfikiran untuk tidak suntik TT karena mendengar isu bahwa sunti TT  bisa mengganggu kesuburan dan lain sebagainya. Namun setelah mencari tau melalui web yang memiliki kredibilitas serta bertanya langsung ke orang yang berkecimpung di dunia medis, agaknya suntik TT bukan menjadi penghalang memiliki keturunan. Selain itu, suntik TT memiliki manfaat yang sangat besar bagi kita khususnya kaum wanita.

Dari beberapa web yang saya kunjungi, suntik TT memiliki manfaat yang sangat besar terutama bagi calon pengantin perempuan. Seperti yang kita ketahui, setelah menikah, wanita dan pria melakukan hubungan suami istri. Saat pertama kali berhubungan intim, umumnya alat kelamin wanita mengalami luka akibat selabut dara robek. Luka ini bisa jadi jalan masuk bakteri tetanus. Akan sangat menyedihkan bila kebahagiaan pernikahan harus dirusak oleh bakteri tetanus yang menyerang pengantin perempuan. Hiyyy naudzubilah.

Selain itu, vaksinasi tetanus atau suntik TT pada perempuan yang hendak menikah akan meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi tetanus. Kekebalan tubuh itu akan 'diwariskan' kepada bayinya ketika proses persalinan. Jadi bayi yang baru lahir aman dari infeksi tetanus, karena kita tidak bisa menjamin alat alat kebidanan seperti gunting dan lainnya sudah steril, untuk itu bila imunitas si ibu terhadap bakteri tetanus kuat, maka hal hal buruk akibat alat kebidanan yang tidak steril akan diminimalisir.

Suntik TT dilakukan pada lengan atas, hampir sama dengan lokasi imunisasi jaman SD dulu, TT dilaksanakan 5 kali, yakni dua bulan (atau paling 2 minggu) sebelum pernikahan bisa juga sedini mungkin , kemudian sebulan setelah suntik TT 1, kemudian 6 bulan setelah TT 2,  kemudian 12 bulan setelah TT 3 dan yang terakhir 12 bulan setelah TT 4. Dengan melakukan suntik TT 5 kali dan diwaktu yang sesuai dengan yang dianjurkan, konon katanya kita bisa terbebas dari virus tetanus selama 25 tahun !! wah .. bermanfaat sekali kan ?



Nah bagi pembaca yang kebetulan sedang mencari tau apa itu suntik TT, semoga tulisan saya kali ini bermanfaat ya.. memang sih saat disuntik dan mungkin sekitar sehari dua hari kedepan lengan saya pegal dan linu, tapi melihat manfaatnya rasanya rasa pegal dan linu bukan hal sebanding, apalagi jika dibandingkan dengan rasa bahagianya pernikahan, suntik TT mah... remah remahan doank sakitnya >.< . 

Yuk, sebelum menikah jangan lupa suntik TT :D


Saturday, December 06, 2014

3 Juta Pertama - Pernak Pernik Pernikahan

Standard

H-43 Sebelum Pernikahan Kami.


Hari ini saya menulis dengan judul yang cukup aneh menurut saya. Ini tentang uang dari penghasilan saya dan calon suami.  Saat ini calon suami menjadi tenaga pengajar/guru di dua sekolah berbeda dan saya menjadi seorang karyawan disebuah rumah sakit swasta yang sedang berkembang.
                Kami mengawali pernikahan kami dengan penghasilan kurang lebih tiga juta  perbulan. Bukan penghasilan yang besar namun cukup untuk hidup kami berdua dan sesekali rekreasi.  Saya sangat percaya bahwa Allah akan melipatgandakan rezeki, baik berupa harta atau anak – anak yang akan lahir ditengah tengah keluarga kami nanti. Dan jujur saja, saya sangat penasaran bagaimana Allah nanti akan memberikan kejutan kejutan rezeki bagi orang yang menikah untuk menyempurnakan agamaNya.

                Satu jaminan dari Allah, "ada tiga golongan yang semuanya wajib bagi Alloh untuk menolongnya. Pertama, seorang yang berjihad di jalan Allah. Kedua, seorang yang menikah dengan niat menjaga diri dari kemaksiatan. Ketiga, seorang Hamba sahaya mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka" Hadits Hasan riwayat Imam Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah

                Dalam buku "Baarakallaahu laka" Karya Salim A. Fillah disebutkan, secara umum ada 5 hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi pernikahan :
-          Persiapan Ruhiyah (spiritual)
Ini meliputi kesiapan mental, kesiapan untuk bertanggung jawab, berbagi, dan berlapang dada. Juga kesiapan untuk bisa sabar dan syukur dalam menghadapi semua masalah.

-          Persiapan 'Ilmiyah (Ilmu/Intelektual)
Ini juga sangat penting, ketika pernikahan berlangsung ada beberapa "Fiqh" yang harus dipelajari. Seperti rukun & syarat sah ijab qibul, dll. Juga Ilmu komunikasi dengan pasangan, ilmu ekonomi untuk mencari nafkah, dsb.

-          Persiapan Jasadiyah (Fisik)
Gak lucu kan kalo malam pertama ternyata pengantin pria banyak panunya, he he. Makanya persiapan fisik ini harus diperhatikan sebelum melangsungkan pernikahan. Apalagi dari penyakit-penyakit yang cukup berbahaya bagi kesehatan reproduksi.

-           Persiapan Maadiyah (Materi)
Setidaknya untuk mas kawin, hehe. Tapi perlu juga persiapkan tabungan untuk modal agar cepat mandiri.

-          Persiapan Ijtima'iyyah (Sosial)
Maksudnya, siap untuk bertetangga, siap bagaimana hidup rukun bermasyarakat, dll. Tak kalah pentingnya juga harus ada visi dan misi dakwah di lingkungan masyarakat.



Nah, meskipun ada kesiapan finansial, namun itu bukan satu – satunya indikator siap menikah. Masih mau nikah nunggu mapan dulu ? Ya boleh saja.. Tapi menyegerakan menikah juga mulia lo :). Bukankah akan indah jika kita mengawali sebuah rumah tangga dengan berkembang bersama ?  Yuk Nikah !

Hari ini saya mencatat penghasilan saya dan calon suami untuk mengawali pernikahan, cinta dalam tiga juta. Tak sabar menuliskan kelipatan kelipatan keajaiban yang siap Allah beri :D

Tuesday, November 18, 2014

One Step Closer - Pernak Pernik Pernikahan ( Edisi H-62)

Standard

Hari ini tepat dua bulan sebelum hari pernikahan kita.
Rasanya baru kemarin engkau tiba – tiba datang dan mengajakku menikah
Rasanya baru kemarin engkau datang bersama murobbi dan kakak lelakimu menemui orangtuaku
Rasanya baru kemarin engkau ditanya visi misi kerumahtanggaan oleh umi abiku
Rasanya baru kemarin engkau resmi melamarku, dan Ibumu memberiku cincin pertanda keseriusan melamar..

Baru saja kemarin, dan kebahagiaan itu terus tumbuh..
Kini, tepat dua bulan sebelum pernikahan kita..
Dan mulut ini tak lelah mendoa untukmu calon suamiku..
Dan hati ini tak lelah mendoa untukmu calon ayah anak – anakku..
Dan entah mulai kapan kemudian aku mulai mencintaimu menyayangimu dan memimpikan keluarga bahagia bersamamu..

Untukmu, lelaki yang akan memintaku dari abiku dua bulan nanti...
Semoga Allah menguatkanmu memimpin dan menafkahi rumahtangga kita nanti,
Semoga Allah mengokohkan imanmu untuk mengimami keluarga , istri dan anak – anak kebanggaanmu..
Semoga Allah meneguhkan hatimu dalam kesetiaan ..
Semoga Allah menggandakan kebahagiaan kita selamanya..
Semoga Allah selalu menjaga hati – hati kita, dan menyatukannya hingga ke syurga.

Bahwa ada hari – hari dimana aku mulai mencintaimu, entah kapan itu... dan aku terus memupuknya agar iya tumbuh subur dan menghasilkan buah buah segar pelepas dahaga 


Yogyakarta, 18 November 2014




Tuesday, October 07, 2014

Eksotisme Alam Gunungkidul

Standard
Beberapa tahun terakhir ini, banyak bermunculan tempat – tempat wisata baru di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai dari wisata lava tour, kemudian banyaknya museum baru, tempat nongkrong baru bahkan ribuan tempat makan murah dan unik juga ikut menyemarakkan wisata di DIY belakangan ini. Tiap kabupaten seperti saling kejar mengejar dalam pengembangan pariwisata daerah masing – masing. Mulai dari banyaknya desa wisata yang didorong melalui suntikan dana pemerintah maupun dari bantuan perusahaan atau bank swasta. Tak ketinggalan pula dengan Kabupaten Gunungkidul.

Kabupaten Gunungkidul merupakan kabupaten yang terletak disisi timur kota Yogyakarta, kurang lebih satu jam berjalanan dengan motor atau mobil. Gunungkidul saat ini menjadi surganya pecinta alam bawah tanah dan gua. Dengan eksotisme tempat-tempat wisatanya, rasanya tidak lengkap hidup anda tanpa mengunjungi Kabupaten Gunungkidul dengan seribu destinasi wisatanya.

Mungkin sudah banyak blog yang membahas tentang ecotourism dari Gunungkidul. Mulai dari pantai – pantai eksotis dan alaminya, gua-gua vertikal dan horizontal yang menyuguhkan secuil syurga dunia, hingga sungai – sungai yang mengalir dari air terjun. Nah kali ini saya akan membahas tentang sebuah lokasi yang apabila anda melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Gunungkidul melewati jalur utama ( lewat Piyungan dan Bukit bintang) pasti akan melewatinya. Tempat itu bernama REST AREA Bunder. Tempat yang dibangun di sisi jembatan Kali oyo ini memang sengaja dibangun sebagai tempat pemberhentian bagi anda yang kelelahan setelah perjalanan jauh. Sekilas bila diperhatikan, anda hanya akan elihat bangunan berbentuk Joglo yang terlihat gersang. Namun bila anda sejenak berhenti dan berjalan kaki disekeliling rest area bunder, anda akan menemukan sungai yang sangat indah bila di musim kemarau (karena bila dimusim hujan, sungai berubah warna menjadi coklat dengan arus yang kuat).

Tidak hanya menjadi tempat yang sangat indah untuk berfoto, Kali Oyo menyuguhkan ketenangan dan kedamaian ditengah penatnya perjalanan anda. Berikut beberapa dokumentasi foto disekitar Kali Oyo, 5 menit perjalanan kaki dari Rest area Bunder dan... ini gratis !. Check This Out

ini Hamas, lelaki keren yang biasa jadi fotograferku 

tempat ini, cocok sekali dijadikan lokasi pre wedding :D

how do i look? udah mirip Maudy ayunda kah ? >.<


its a heaven 




Wednesday, October 01, 2014

7 PERTANYAAN SEPUTAR PERSIAPAN MENIKAH - Pernak Pernik Pernikahan

Standard





Pernikahan adalah salah satu momen paling berharga bagi manusia.  Disanalah dua hati yang saling mencinta atau yang akan saling mencintai dipersatukan dalam sebuah janji suci. Sebuah pernikahan dibangun dalam sebuah ikatan yang suci yang sakral. Ia tidak hanya sekedar menyatukan dua hati, tapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda kultur, budaya bahkan pendidikan. Allah bahkan menyebut pernikahan dengan sebutan Mitsaqan Gholidzo (Perjanjian yang kuat). Untuk itu, bukan hal yang berlebihan jika pernikahan menjadi momen yang sangat berharga dan membutuhkan kesiapan yang matang.
Sebuah pernikahan akan menentukan kehidupan masa depan si calon mempelai karena setelah menikah nanti, pagi, siang, sore, malamnya akan dilewati bersama. Untuk itu, ada beberapa pertanyaan
yang mungkin menjadi wajib di diskusikan calon pengantin sebelum mengucap janji setianya.  Dan disini, saya akan membahas beberapa pertanyaan yang menurut saya penting untuk didiskusikan sebelum hari pernikahan itu tiba. . lets see :D 

1. Kesiapan masing – masing pihak


Mempertanyakan kesiapan calon 
pengantin  lelaki dan wanita merupakan hal yang pertama kali harus ditanyakan. Apakah sang calon pengantin benar – benar sudah mengerti ilmu pernikahan, konsekwensi pernikahan, dan pernak pernik pernikahan lainnya. Kesiapan itu bukan hanya secara finansial saja, yang lebih penting dari finansial adalah kesiapan ilmu dan mental. Jangan sampai, ketika si lelaki melamar, dia bahkan belum membaca buku tentang pernikahan, bahkan belum hafal doa pengantin >.<

2. Istri akan tetap bekerja atau tidak.
Si zaman yang modern ini, banyak perempuan yang memilih bekerja selepas kuliah. Sebagian besar memilih menjadi karyawan atau guru yang memiliki jam kerja cukup panjang di kantornya. Mengkomunikasikan perihal masa depan calon istri adalah hal yang baik. Banyak dari lelaki menginginkan istrinya menjadi ibu rumah tangga yang bia mengantar dan menyambut suaminya saat akan berangkat bekerja dan saat pulang dari bekerja. Di sisi lain, banyak pula perempuan yang ingin mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Maka pertanyaan ini penting untuk didiskusikan

3. Pengelolaan keuangan.

Mendiskusikan bagaimana pembagian uang dan siapa yang menjadi pengatur lalu lintas keluar masuknya uang adalah hal yang pokok. Setiap pasangan memiliki gaya pengelolaan keuangan rumah tangganya masing – masing. Sebagian besar, komando keuangan ada ditangan istri, suami hanya menyetorkan gaji yang kemudian oleh istri akan diatur pengeluarannya. Namun kembali lagi, setiap pasangan memiliki gayanya masing-masing. Maka diskusikanlah perihal gaji dan pengelolaan keuangan sebelum pernikahan. :D

4. Dimana akan tinggal setelah menikah.

Tidak semua pasangan yang akan menikah telah memiliki rumah. Mendiskusikan dimana akan tinggal, ikut orang tua suami/ istri, atau mengontrak rumah, atau mencicil KPR tentu harus didiskusikan sebelum menikah. Agar ketika sudah menikah, tidak perlu lagi bingung dan ribut berdiskusi perihal tempat tinggal. Diskusikanlah keputusan seputar tempat tinggal dengan keluarga, bisa jadi akan ada solusi yang baik dalam hal ini.

5. Pembagian tugas rumah tangga
Setelah menikah, banyak hal yang biasanya dikerjakan sendiri akan menjadi berdua. Agar lebih mudah jika pembagian tugas didiskusikan sebelum menikah. Paradigma soal semua urusan rumah adalah urusan istri rasa-rasanya terlalu kejam untuk diterapkan saat ini. Lebih lagi jika sang istri nantinya akan tetap bekerja. Maka pembagian urusan rumah tangga, seperti siapa yang mencuci baju, yang ngurus taman, mengurus kamar mandi, mengurus hewan peliharaan bagi pengantin baru dan tidak memiliki pembantu wajib dibincangkan.
 
6. Kebiasaan buruk yang mengejutkan.
Setiap orang pasti memiliki kebiasaan yang tidak lazim, misalnya ketika cape si suami biasa mengorok keras, atau ketika menstruasi tiba, si istri memiliki kebiasaan sering menangis tanpa sebab dan ingin sendiri. Banyak hal yang bisa jadi mengejutkan pasangan kita nantinya. Untuk itu, bertanyalah kepada calon pasangan anda tentang kebiasaan buruk mereka supaya nantinya tidak terkejut :D

7. Sejauh mana keluarga besar boleh ikut campur.
Keluarga muda biasanya sering kali mengalami percekcokan lantaran masih adaptasi satu sama 

lain. Selisih faham sejatinya adalah media untuk saling memahami satu sama lain, hanya saja sering kali intervensi orang tua atau keluarga besar justru membuat selisih faham yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah akan menjadi berbelit-belit . di awal pernikahan, diskusikanlah perihal sejauh mana keluarga boleh memberi intervensi dan usahakan untuk saling berkomitmen terhadap kesepakatan ini.


Tujuh pertanyaan ini menurut saya adalah pertanyaan dasar yang penting untuk didiskusikan sebelum melakukan pernikahan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Dengan mendiskusikan banyak hal penting, saya rasa akan memudahkan pasangan muda untuk menjalani masa awal pernikahan mereka. Semoga tulisan ini memberi manfaat kepada calon pengantin maupun yang sudah menikah namun belum sempat mendiskusikan hal-hal ini. Bisa jadi, ada banyak pertanyaan yang juga penting dan belum saya tuliskan. Pada intinya, sebuah pernikahan adalah gerbang awal kehidupan seseorang menjadi peribadi dewasa. Karenanya persiapkan pernikahan anda dengan bekal ilmu yang cukup. Oia, ini orisinil tulisan saya yaa.... karena mungkin beberapa orang yang membaca ini akan bertanya-tanya apakah ini tulisan orisinil saya atau hanya saduran dari artikel lain. Ini tulisan orisinil saya berdasarkan pengalaman saya mempersiapkan pernikahan yang tinggal menghitung bulan.  Happy wedding everyone !


There is no more lovely, friendly and charming relationship, 

communion or company 

than a good marriage. 
~ Martin Luther ~