Wednesday, October 01, 2014

7 PERTANYAAN SEPUTAR PERSIAPAN MENIKAH - Pernak Pernik Pernikahan

Standard





Pernikahan adalah salah satu momen paling berharga bagi manusia.  Disanalah dua hati yang saling mencinta atau yang akan saling mencintai dipersatukan dalam sebuah janji suci. Sebuah pernikahan dibangun dalam sebuah ikatan yang suci yang sakral. Ia tidak hanya sekedar menyatukan dua hati, tapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda kultur, budaya bahkan pendidikan. Allah bahkan menyebut pernikahan dengan sebutan Mitsaqan Gholidzo (Perjanjian yang kuat). Untuk itu, bukan hal yang berlebihan jika pernikahan menjadi momen yang sangat berharga dan membutuhkan kesiapan yang matang.
Sebuah pernikahan akan menentukan kehidupan masa depan si calon mempelai karena setelah menikah nanti, pagi, siang, sore, malamnya akan dilewati bersama. Untuk itu, ada beberapa pertanyaan
yang mungkin menjadi wajib di diskusikan calon pengantin sebelum mengucap janji setianya.  Dan disini, saya akan membahas beberapa pertanyaan yang menurut saya penting untuk didiskusikan sebelum hari pernikahan itu tiba. . lets see :D 

1. Kesiapan masing – masing pihak


Mempertanyakan kesiapan calon 
pengantin  lelaki dan wanita merupakan hal yang pertama kali harus ditanyakan. Apakah sang calon pengantin benar – benar sudah mengerti ilmu pernikahan, konsekwensi pernikahan, dan pernak pernik pernikahan lainnya. Kesiapan itu bukan hanya secara finansial saja, yang lebih penting dari finansial adalah kesiapan ilmu dan mental. Jangan sampai, ketika si lelaki melamar, dia bahkan belum membaca buku tentang pernikahan, bahkan belum hafal doa pengantin >.<

2. Istri akan tetap bekerja atau tidak.
Si zaman yang modern ini, banyak perempuan yang memilih bekerja selepas kuliah. Sebagian besar memilih menjadi karyawan atau guru yang memiliki jam kerja cukup panjang di kantornya. Mengkomunikasikan perihal masa depan calon istri adalah hal yang baik. Banyak dari lelaki menginginkan istrinya menjadi ibu rumah tangga yang bia mengantar dan menyambut suaminya saat akan berangkat bekerja dan saat pulang dari bekerja. Di sisi lain, banyak pula perempuan yang ingin mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Maka pertanyaan ini penting untuk didiskusikan

3. Pengelolaan keuangan.

Mendiskusikan bagaimana pembagian uang dan siapa yang menjadi pengatur lalu lintas keluar masuknya uang adalah hal yang pokok. Setiap pasangan memiliki gaya pengelolaan keuangan rumah tangganya masing – masing. Sebagian besar, komando keuangan ada ditangan istri, suami hanya menyetorkan gaji yang kemudian oleh istri akan diatur pengeluarannya. Namun kembali lagi, setiap pasangan memiliki gayanya masing-masing. Maka diskusikanlah perihal gaji dan pengelolaan keuangan sebelum pernikahan. :D

4. Dimana akan tinggal setelah menikah.

Tidak semua pasangan yang akan menikah telah memiliki rumah. Mendiskusikan dimana akan tinggal, ikut orang tua suami/ istri, atau mengontrak rumah, atau mencicil KPR tentu harus didiskusikan sebelum menikah. Agar ketika sudah menikah, tidak perlu lagi bingung dan ribut berdiskusi perihal tempat tinggal. Diskusikanlah keputusan seputar tempat tinggal dengan keluarga, bisa jadi akan ada solusi yang baik dalam hal ini.

5. Pembagian tugas rumah tangga
Setelah menikah, banyak hal yang biasanya dikerjakan sendiri akan menjadi berdua. Agar lebih mudah jika pembagian tugas didiskusikan sebelum menikah. Paradigma soal semua urusan rumah adalah urusan istri rasa-rasanya terlalu kejam untuk diterapkan saat ini. Lebih lagi jika sang istri nantinya akan tetap bekerja. Maka pembagian urusan rumah tangga, seperti siapa yang mencuci baju, yang ngurus taman, mengurus kamar mandi, mengurus hewan peliharaan bagi pengantin baru dan tidak memiliki pembantu wajib dibincangkan.
 
6. Kebiasaan buruk yang mengejutkan.
Setiap orang pasti memiliki kebiasaan yang tidak lazim, misalnya ketika cape si suami biasa mengorok keras, atau ketika menstruasi tiba, si istri memiliki kebiasaan sering menangis tanpa sebab dan ingin sendiri. Banyak hal yang bisa jadi mengejutkan pasangan kita nantinya. Untuk itu, bertanyalah kepada calon pasangan anda tentang kebiasaan buruk mereka supaya nantinya tidak terkejut :D

7. Sejauh mana keluarga besar boleh ikut campur.
Keluarga muda biasanya sering kali mengalami percekcokan lantaran masih adaptasi satu sama 

lain. Selisih faham sejatinya adalah media untuk saling memahami satu sama lain, hanya saja sering kali intervensi orang tua atau keluarga besar justru membuat selisih faham yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah akan menjadi berbelit-belit . di awal pernikahan, diskusikanlah perihal sejauh mana keluarga boleh memberi intervensi dan usahakan untuk saling berkomitmen terhadap kesepakatan ini.


Tujuh pertanyaan ini menurut saya adalah pertanyaan dasar yang penting untuk didiskusikan sebelum melakukan pernikahan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Dengan mendiskusikan banyak hal penting, saya rasa akan memudahkan pasangan muda untuk menjalani masa awal pernikahan mereka. Semoga tulisan ini memberi manfaat kepada calon pengantin maupun yang sudah menikah namun belum sempat mendiskusikan hal-hal ini. Bisa jadi, ada banyak pertanyaan yang juga penting dan belum saya tuliskan. Pada intinya, sebuah pernikahan adalah gerbang awal kehidupan seseorang menjadi peribadi dewasa. Karenanya persiapkan pernikahan anda dengan bekal ilmu yang cukup. Oia, ini orisinil tulisan saya yaa.... karena mungkin beberapa orang yang membaca ini akan bertanya-tanya apakah ini tulisan orisinil saya atau hanya saduran dari artikel lain. Ini tulisan orisinil saya berdasarkan pengalaman saya mempersiapkan pernikahan yang tinggal menghitung bulan.  Happy wedding everyone !


There is no more lovely, friendly and charming relationship, 

communion or company 

than a good marriage. 
~ Martin Luther ~

Monday, September 29, 2014

Menikah oooh menikah.- Pernak Pernik Pernikahan

Standard


Menghitung hari menuju hari yang ditunggu, hati rasanya berdebar – debar menanti beliau, calon suami  mengucap akad, mengucap janji setianya. Masih lama memang, kisaran bulan, namun itu sudah cukup untuk membuat saya dag dig dug untuk terus memantaskan diri menjadi seorang istri, mendampingi beliau. 

Pernikahan, seperti yang sudah banyak ustad sampaikan dalam setiap kajian munakahat, merupakan sarana untuk beribadah secara utuh.
  “Apabila seorang hamba menikah maka telah sempurna separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya” 
(HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman). 

Perasaan tenang, tenteram, nyaman atau disebut sebagai sakinah, muncul setelah menikah. Tuhan memberikan perasaan tersebut kepada laki-laki dan perempuan yang melaksanakan pernikahan dengan proses yang baik dan benar. Sekadar penyaluran hasrat biologis tanpa menikah, tidak akan bisa memberikan perasaan ketenangan dalam jiwa manusia.

Beberapa kali saya bertanya kepada ibu saya tentang keraguan untuk menikah diusia terlalu belia ini, dan entah bagaimana ceritanya, ibu yang berkali – kali bilang untuk menikahnya nanti saja setelah umur cukup justru sangat mendukung “pernikahan dini” ini.

Usia saya baru memasuki 21 tahun. Bagi sebagian orang, usia tersebut memang sudah cukup untuk menikah. Namun, dikeluarga besar saya, usia untuk menikah adalah usia diatas 24 tahun.  Berkali – kali bertanya ke ibu apakah saya sudah cukup siap untuk menikah, dan ibu saya menjawab “ setiap orang akan lebih didewasakanoleh pernikahan. Sampai umur berapapun orang akan tetap menjadi pribadi egois jika belum menikah. Usia 21 adalah usia awal, secara fisik dan psikis pantas untuk menikah. But up to you honey, karena setiap keputusan selalu ada resiko dan ciri orang dewasa adalah siap bertanggungjawab pada resiko dan tidak melemparkan kepada orang lain” (ini salah SMS ibu saya).

Sembari membaca banyak artikel dan buku-buku munakahat, saya memantapkan hati saya untuk yakin bahwa menikah diusia muda adalah keputusan yang baik. Di umur awal dua puluh ini, idealisme masih tinggi, dan dengan dinikahi oleh lelaki yang memiliki idealisme yang sejalan dengan kita, maka idealisme tersebut akan bertahan, tidak tumbang oleh kejamnya kehidupan.  Dan nantinya akan lahir anak – anak yang bukan sekedar anak biologis, namun juga anak ideologis. Bukankah salah satu tujuan menikah adalah  memberikan jalan bagi kelanjutan generasi yang siap membangun peradaban masa depan ?.

Saya jelas percaya calon suami saya adalah orang yang baik, yang taat beragama, yang memiliki ideologis sejalan dengan saya, yang memiliki visi misi pernikahan yang bukan sekedar untuk menyatukan cinta, yang memiliki semangat dakwah tinggi, dan dari keluarga yang baik. Karenanya, rencana pernikahan ini membuat saya mengejar ketertinggalan saya dalam banyak hal, terutama soal ibadah.

Dan semoga Allah melancarkan jalan masa depan ini, menjadikan kami keluarga sakinah mawaddah wa rahmah..


Oia, rasanya setelah menikah nanti saya ingin membuat review tentang gedung – gedung pernikahan deh. Karena, pengalaman saya saat ini, mencari info gedung untuk pernikahan beserta info harganya itu sangat susah. Silahkan cek google, pasti tidak ada yang meng-update info tersebut. Bagi orang-orang yang letak rumahnya dipinggir jalan protokol, melangsungkan resepsi di rumah dan memotong setengah jalan untuk didirikan tenda resepsi rasanya hal yang mustahil. Info daftar gedung beserta harganya di daerah jogja agaknya menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk saat ini. Menikah oooh menikah..... banyak hal yang harus saya siapkan, dan ada Allah yang akan terus membantu dan menjadikan semangat saya menyiapkan ini semua. Selamat sibuk menyiapkan pernak pernik rumah tangga zulfa sayang :D


Sunday, September 21, 2014

Review Kuliner Khas Jogja - Cupuwatu Resto

Standard



Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu provinsi yang wajib anda kunjungi minimal sekali dalam seumur hidup. Kenapa begitu ? 

lets see, di provinsi yang luasnya hanya 3.185,80 km2 , lebih kecil dibandingkan Kabupaten Banyuwangi yang luasnya hampir dua kali lipat DIY, yakni 5.782,50 km2 ini  mampu memberikan paket wisata yang sangat lengkap. Mulai dari wisata gunung, wisata alam bawah tanah ( vertical and horizontal cave tour) , wisata pantai, wisata kerajaan ( Kraton) , wisata budaya, dan tentu saja wisata kuliner.

Nah kali ini, saya akan membahas salah satu wisata yang ada di Jogja, yaitu wisata kuliner jogja . Jogja, tidak hanya memiliki banyak pelajar kreatif dengan lukisan lukisan yang bisa anda lihat disepanjang jalan, namun juga memiliki pengusaha pengusaha dibidang kuliner yang sangat kreatif. 

Tidak mau kalah dengan bandung, beberapa tahun ini perkembangan kuliner di Yogyakarta tidak lagi merangkak maju, tapi berlari mengejar kota-kota lain. Banyak bermunculan tempat-tempat kuliner yang cozy dan unik.  Kali ini saya akan membahas Cupuwatu Resto dengan sajian khasnya yaitu manuk londo. 

Setelah sekian kali membaca iklan dijalan saya dan mungkin juga anda bertanya – tanya apa sebenarnya “manuk londo” itu, akhirnya hari ini terjawab sudah.  Manuk londo adalah sebutan untuk unggas yang berasal negara Perancis dengan nama asli Franch Quail. Dari bentuknya, hampir sama dengan burung puyuh, namun lebih besar dan dagingnya lebih empuk dan tidak alot. Di Jogja sendiri Cupuwatu Resto merupakan satu – satunya restoran yang menyajikan menu dengan bahan dasar Franch Quail ini.

Meski berbahan dasar “Manuk Londo”, menu menu yang ada di Cupuwatu resto ini sangat sesuai dengan lidah orang Indonesia, terutama Jogja.  Beberapa menu kuliner khas Yogyakarta tersaji dengan nikmat di restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari bandara Adi Sucipto ini antara lain, Malon BBQ dengan rasa yang cenderung manis, Malon Ala peking dengan rasa yang unik dan daging yang sangat lembut, Malon bumbu kuning dengan rasa yang gurih, Malon bakar klaten yang cita rasanya sangat tradisional, dan masih banyak pilihan menu berbahan dasar Malon. 

Saya memilih menu Malon Halilintar dan Es Teler Cupuwatu. Penyajian yang menarik dari dengan aroma menggoda membuat saya tidak sabar untuk segera mencicip. Bagi anda penggemar kuliner khas yogyakarta terutama penggemar pedas, menu yang satu ini sangat rekomended untuk anda. Rasa Malon halilintar yang gurih serta aroma rempah – rempah ditambah rasa pedas yang cukup membuat meler hidung anda pasti akan membuat anda ketagihan untuk mencoba lagi. Begitu pula dengan es telernya. Rasa creamy dari susu dicampur segarnya buah buahan termasuk buah favorit saya, durian cocok untuk mendampingi gelegar pedasnya Malon Halilintar.

Es Teler Cupuwatu
Harga menu disini cukup terjangkau. Hanya dengan Rp. 27.500,- saja anda bisa menikmati seekor Malon utuh. Tempatnya luas dan cocok untuk dijadikan tempat gathering, acara keluarga maupun instansi. Bagi anda yang ingin dinner berdua saja dengan orang tercinta, anda bisa memilih lantai dua dibagian balkon dengan sapaan angin sepoi-sepoi dan pemandangan dari Jalan Solo. 

Cupuwatu resto terletak di Jl. Solo KM 11,8 Kalasan, Yogyakarta.  Restoran ini hanya berjarak kurang lebih 4 KM dari Bandara Adi Sucipto dan hanya sekitar 4 KM dari Candi Prambanan. Letaknya dipinggir jalan,sebelah baratRS Islam Yogyakarta PDHI sehingga sangat mudah untuk dicari bahkan untuk wisatawan yang berasal dari luar daerah Yogyakarta . 

Sekian review tentang Kuliner Jogja ,Semoga bisa menjadi referensi bagi wisatawan yang mencari info Restoran yang ada di Yogyakarta. Happy feeding time :D 

Oia, ini sedikit foto-foto menu yang ada di Cupuwatu Resto , check this out ^^

Es Campur Cupuwatu

Malon Halilintar

Malon Ala Peking

Malon Halilintar

Tuesday, July 15, 2014

Aliran Air Hujan Tepi Jalan

Standard
Aliran Air Hujan Tepi Jalan 

Tahun ini, hujan tak kunjung reda.. Mei-ku, Juni-ku, Juli-ku dan mungkin Agustusku pun basah terguyur hujan.. dan karenanya hampir setiap pagi bau tanah basah mengiringiku berangkat bekerja menyeruakkan kerinduan akan masa kecilku bersama perahu kertas dan aliran air hujan. Karenanya aku bersyukur.


Zaman memang sudah berubah, kendaraan bukan lagi menghiasi jalanan, namun memenuhinya hingga tak ada lagi ruang bagi anak-anak bermain perahu kertas dialiran air hujan pinggir jalan. Hampir 12 tahun yang lalu, jalanan belum semengerikan ini. Hanya ada beberapa mobil motor melintas didepan rumah, sesekali becak dan sepeda. Saat hujan tiba, aku dan adik lelakiku yang hanya terpaut dua tahun usia senang bukan main. Kami berlari mengambil jas hujan kemudian membuat perahu kertas untuk kami adu di aliran air hujan tepi jalan. Terkadang hanya dengan bungkus permen yang kami temukan. Ah zaman memang sudah berubah.. bahkan air tetes hujan saat ini sudah penuh dengan polutan. Tak tega melepas si bungsu, adikku tercinta yang sekarang masih duduk dibangku sekolah dasar untuk bermain perahu kertas di aliran air hujan tepi jalan seperti masa dua belas tahun silam. 

Tahun ini, hujan tak kunjung reda.. membuat penjual jas hujan senang bukan kepalang.. sesenang aku, dua belas tahun silam saat tetes air hujan mendorong laju perahu kertasku. Hamas, adik lelakiku.. masihkah kau ingat kenangan indah kita, anak sembilan puluhan yang bisa bermain air hujan tanpa khawatir banyak sampah ikut terhanyut diantara aliran air hujan tepi jalan ? 

Karena aliran air hujan tepi jalan saat ini tak bisa lagi untuk beradu perahu kertas, maka aku menulis ini untuk mengenangnya. Mengenang zaman dimana manusia tak seserakah sekarang, tak seacuh sekarang dan tak seangkuh sekarang yang tega membuang sampah sembarang.. yang tega menebang pepohonan hingga tak lagi menjulang, yang tega menyesakkan jalanan dengan polutan – polutan . Aku rindu aliran air hujan tepi jalan..

Saturday, June 28, 2014

YOU ARE MORE THAN YOUR DIAGNOSIS

Standard
Salah satu website yang saya ikuti adalah Parenting.com , dan hari ini saya menemukan catatan tentang seorang istri yang didiagnosa mengalami kesulitan kehamilan, "infertil". well, pelajaran dari tulisan ini bagus sekali,
"YOU ARE MORE THAN YOUR DIAGNOSIS"

selamat membaca, semoga menginspirasi ibu - ibu muda  ^.^

Infertility is a part of my daily life. In fact, even when I'm not in the middle of an injectable medication cycle, I write about infertility. Even if we are taking a break from treatments, I still talk about our struggle to friends who are going through the same thing. Jackson, our 4-year-old, is at the age where he is actively asking questions about why everyone in his preschool class "has a baby" at home and he doesn't. I can't seem to outrun my empty uterus, and it can get overwhelming if I let it.

But if you are struggling—or have struggled—to get pregnant, can I just remind you that you are more than your infertility? I know that I certainly need the reminder sometimes. Since I started this column with Parenting.com, my Facebook inbox has been full of messages from friends and strangers who can relate to all of this fertility chatter. I love receiving the messages and reading about your protocol, advice and fears. For me, it just affirms that I'm not alone. You're not alone either.

When I read each message, I'm overwhelmed with how alike we all are. No matter if you've been struggling for one year or 15 to have a baby, if you ended up pregnant as a surprise, or if you worked hard to have a birth mother place a child in your arms, familiar paths tie our journeys together. I've spoken to women who have echoed my feelings of inadequacy when people look at us with more pity than empathy. I have exchanged emails with women who are sick of their OB-GYNs placing them on Clomid cycles for more than 6 months, and through the hot flashes and mood swings, they don't know how to advocate for their treatment. I have also heard from women who are irritated with our society's way of measuring a marriage's worth by how soon a couple has children.

I started to think about all of these emotions and shared struggles as my husband and I get emotionally ready to go back to our reproductive endocrinologist's office in July to restart our journey for Baby No. 2. I realized I need to remind myself that I am more than my infertility, and I wondered if you need to remember that too. Let's be brave together and remind ourselves that we aren't defined by our failed ovulation cycles. Here is what I am; what else are you?

I am a writer who thinks it's hilarious, thrilling and terrifying that people pay me for my thoughts. I am a small town girl living in a big city who sometimes desperately misses knowing everyone in town. I am a wannabe yogi who is getting close to mastering a handstand but also fell on my face during Crow pose last week at class. I am a Christian who prays for my son and my marriage daily. I am a daughter who still calls my mom when I get sick or when my son gets sick, just so I can hear her voice. I am a proud sister who almost bursts when I talk about how flippin' awesome my little brother is.

I am an avid reader and brownie lover. I sneak in a nap any time I can. I am an introvert who prefers texting over voice-to-voice phone calls, unless said calls are from my hubby, mom or two best friends from high school. I think one of the best things I got out of my marriage (besides my husband) is my sister-in-law, who comes with me to guilty pleasure movies.

I am funny (sometimes). I am physically and emotionally strong. I am capable of running a household, writing four articles during my son's naptime and making a mean meatloaf. I believe that good beats evil, always. I am a lifelong learner. I am a really grateful mama to a 4-year-old with brown eyes and a compassionate heart. I am a not-so-perfect wife to a principal with olive skin and a hilarious sense of humor.

I am more than my infertility. So are you. Write in the comments section here what you are. I can't wait to read all about you!

counting down 21th

Standard
Menghitung hari menuju umur yang ke-21, tak henti saya mensyukuri nikmat dan anugrah hidup yang Allah berikan pada saya. Sepanjang satu tahun mencicipi kepala dua ini, rasanya Allah memberikan banyak pelajaran untuk mendewasakan saya, untuk memantaskan saya menapaki jalan di usia matang.

Tidak muda lagi memang, sudah tidak pantas ber-lalala yeyeye tanpa tujuan. Waktu yang terlewat sudah cukup panjang untuk disia – siakan . im not a girl anymore, im a strong women . dan saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Agung atas limpahan kasih sayangnya sepanjang kehidupan ini.

Satu tahun ini, ditahun kedua puluh, Allah memberikan saya jalan yang mudah untuk lulus ujian kompre pada gelombang pertama di bulan oktober tahun 2013, tanpa perlu mengulang dan tanpa syarat. Tak lama berselang, saya lolos tes menjadi auditor lapangan untuk proyek PNPM Mandiri dibawah Kantor Akuntan Publik Budiman Wawan Pamuji dan rekan. Allah memudahkan jalan saya untuk diwisuda awal tahun ini, dengan waktu tempuh studi 2,5 Tahun atau 5 Semester . Meski waktu wisuda berbarengan dengan letusan Gunung Kelud dan menyebabkan Graha Sabha dipenuhi dengan debu vulkanik yang menyesakkan, tapi Allah melancarkan prosesi Wisudanya. Sehari berselang setelah wisuda, saya mengajukan lamaran pekerjaan di instansi rumah sakit yang kemudian dua minggu setelahnya, setelah melewati berbagai tes saya resmi bekerja di instansi tersebut. Di Rsi Yogyakarta PDHI. Tempat yang nyaman untuk bekerja dan sangat islami. Allah menyegerakan saya untuk mandiri dan bisa membantu umi dan abi.

Rasanya, cinta Allah besar sekali untuk saya. Dan betapa tidak tahu dirinya saya yang masih mengeluh ini dan itu.  Ampuni hamba ya Allah.

Dengan bertambahnya usia saya menuju tahun ke 21,  saya berdoa untuk dimudahkan segala jalan hidup menuju mimpi – mimpi saya . dimudahkan untuk membahagiakan umi abi dan dimudahkan jodohnya. Saya percaya, setiap tahun yang dilalui Allah akan memberi anugrah besar untuk kita.

Dan terimakasih Allah atas kenikmatan yang luar biasa tak terkira.. untuk umi abi atas segala doa dan ridhonya.. untuk sahabat- sahabat yang tulus mendoakan saya... dan untuk calon suami yang memotivasi saya untuk mengejar ketertinggalan ini, karena dibalik laki-laki hebat selalu ada wanita yang luar biasa. Bisa jadi ... saat ini Allah belum mempertemukan saya dengan calon suami karena saya belulm cukup luar biasa untuk membuatnya hebat. 

Allah,  aku mencintaimu..